Senin, 24 April 2017

St. Fidelis - Sore 2

ST. FIDELIS MARTIR - SORE 2
Hari Raya

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Engkau, Fidelis sejak masa muda
Dikaruniai dengan rahmat limpah,
Namun berjuang mengembangkan diri
Di Sigmaringen.

Mengabdi rakyat jadi pengacara
Kautunjukkan budi luhur nan adil
Namun kau lihat ketidakadilan
Dan masuk Ordo.

Sebagai imam dan pengkhotbah ulung
Domba kesasar kau hantar kembali
Kau pergandakan doa dan puasa
Demi Gereja.

Di kemalangan jiwa raga umat
Tanpa ragu kau tolong, buka mata
Bagi segala macam 'nderitaan
Tak takut kurban.

Pada akhirnya Tuhan mengindahkan
Permohonanmu menjadi saksiNya
Memeteraikan semboyan hidupmu:
Esto Fidelis.

Santo Fidelis, saudara seordo
Jadilah kamu pengacara kami
Menghadap takhta hadirat ilahi
Allah Tritunggal. Amin.

Ant.1: Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan, alleluya.

Mazmur 114 (116A,1-9)

Tuhan mengasihi aku,*
Ia mendengarkan seruan dan permohonanku.

Ia menaruh perhatian padaku,*
bila aku berseru kepadaNya.

Jerat maut meliliti aku,+
utusan pratala menyergap aku,*
aku dirundung kesusahan.

Maka aku menyerukan nama Tuhan,*
Ya tuhan, bebaskanlah aku.

Berbelaskasihlah Tuhan dan adil,*
Allah kita penuh kerahiman.

Orang yang bersahaja dilindungiNya,*
dari kesesakan aku diselamatkanNya.

Hai jiwaku, tenangkanlah dirimu,*
sebab Tuhan berbuat baik kepadamu.

Tuhan meluputkan jiwaku dari maut,*
Ia mengusap air mataku dan menguatkan kakiku.

Aku boleh menikmati hidup di dunia ini,*
di hadapan wajah Tuhan.

Ant.1: Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan, alleluya.

Ant.2: Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita, alleluya.

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,*
"Aku ini sangat tertindas";

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,*
"Semua orang penipu".

Bagaimana akan kubalas,*
segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*
kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*
Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*
di tengah kota Yerusalem.

Ant.2: Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita, alleluya.

Ant.3: Inilah orang kudus yang menyerahkan hidupnya demi perjanjian Allah, alleluya; dan telah mencuci jubahnya dalam darah Anak Domba, alleluya.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: Inilah orang kudus yang menyerahkan hidupnya demi perjanjian Allah, alleluya; dan telah mencuci jubahnya dalam darah Anak Domba, alleluya.

Bacaan Singkat  (Rom 8,18-21)

Aku yakin: penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk ditaklukan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, meliankan oleh kehendak Dia yang telah menaklukannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

Lagu Singkat

P: Tuhan telah menguji dia dan mendapati dia pantas,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Dia penuh harapan akan hidup abadi. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah, alleluya.

Doa Permohonan

Yesus Kristus, Raja para martir, pada perjamuan terakhir menyerahkan hidupNya; di kayu salib, Dia mencurahkan darahNya. Marilah bersyukur kepadaNya seraya berkata:
U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
P: Ya Penebus kami, Engkau mengasihi kami sampai akhir. Engkau telah mencurahkan darahMu yang mulia. Kasihanilah semua insan.
U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
P: Engkaulah saksi setia dan teladan bagi para saksi. Kuatkanlah semua orang yang dianiaya karena iman mereka.
U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
P: Mulialah dalam mataMu wafat kekasihMu. Terimalah keluh-kesah orang yang menderita dan yang berada dalam sakrat maut.
U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
P: Demi cinta akan rakyat kecil dan umatMu, santo Fidelis meninggalkan kariernya yang gemilang. Kuatkanlah kami dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya kaum kecil.
U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
P: Demi derita santo Fidelis ketika dibunuh, Terimalah arwah para anggota provinsi kami... dan semua penderma, ke dalam kalangan para kudusMu.
U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Bapa kami

Doa Penutup

Allah mahasetia, karena cinta kasih kepadaMu santo Fidelis telah mengorbankan hidupnya sebagai martir. Berkat doa dan jasanya kami mohon kepadaMu, penuhilah hati kami dengan cinta kasih akan Dikau, agar kelak kami mengalami kekuatan kebangkitan PuteraMu Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

St. Fidelis - Siang

ST. FIDELIS MARTIR - SIANG
HARI RAYA
PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
(Madah dari hari yang bersangkutan, lihat hal. 355-380)

1. Madah (untuk hari Minggu)

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

2. Madah (untuk hari Senin)

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s’mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

3. Madah (untuk hari Selasa)

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

4. Madah (untuk hari Rabu)

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

5. Madah (untuk hari Kamis)

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

6. Madah (untuk hari Jumat)

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

7. Madah (untuk hari Sabtu)

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

(Antifon dari ibadat pagi, mazmur tambahan ibadat siang, hal. 822)

Ant.1: Bibirku memegahkan Dikau, ya Tuhan, Sebab kasih setiaMu sungguh baik, melebihi kehidupan, alleluya.

Mazmur 122 (123)

KepadaMu kutengadahkan mataku,*
ya Tuhan, yang bersemayam di surga.

Seperti hamba memandang tuannya,*
dan sahaya memandang majikannya,

demikian kita memandang Tuhan Allah,*
sampai Ia mengasihani.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*
sebab sudah banyak kami dihina.

Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*
dan dihina orang yang sombong.

Ant.1: Bibirku memegahkan Dikau, ya Tuhan, Sebab kasih setiaMu sungguh baik, melebihi kehidupan, alleluya.

Ant.2: Hai para martir, pujilah Tuhan, alleluya; hai para imam, luhurkanlah Dia, alleluya, alleluya.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kita,*
ketika musuh bangkit melawan kita,

mereka pasti sudah menelan kita hidup-hidup,*
ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kita.

Air pasang pasti sudah menghanyutkan kita,*
dan sungai sudah melanda kita.

Kita pasti sudah tenggelam,*
ditelan banjir yang meluap-luap.

Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kita,*
menjadi mangsa mereka!

Kita terlepas dari mereka,*
seperti burung dari jerat penangkap.

Jerat telah putus,*
dan kitapun terlepas.

Penolong kita ialah Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.2: Hai para martir, pujilah Tuhan, alleluya; hai para imam, luhurkanlah Dia, alleluya, alleluya.

Ant.3: Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaan Tuhan, sambil memegang pedang yang tajam, alleluya.

Mazmur 124 (125)

Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion,*
tak tergoncangkan, teguh selama-lamanya.

Seperti gunung-gemunung mengelilingi Yerusalem,+
demikianpun Tuhan melindungi umatNya,*
sekarang dan selama-lamanya.

Orang berdosa takkan bertahan,+
menguasai tanah pusaka orang jujur,*
asal orang jujur tidak melakukan kejahatan.

Berbuatlah baik, ya Tuhan, kepada orang baik,*
dan kepada orang yang tulus hati.

Tetapi orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit,+
hendaknya dienyahkan Tuhan,*
bersama orang yang melakukan kejahatan.

Ant.3: Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaan Tuhan, sambil memegang pedang yang tajam, alleluya.

Bacaan singkat  (Kol 1,24-25)

Sekarang aku bersukacita, bahwa aku boleh menderita karena kamu. Aku menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuhNya, yaitu Gereja. Karena aku telah menjadi pelayan Gereja itu sesuai dengan jabatan yang dipercayakan Allah kepadaku.

P: Tuhan adalah benteng hidupku, alleluya.
U: Terhadap siapakah aku harus gementar, alleluya.

Doa Penutup

Allah mahasetia, karena cinta kasih kepadaMu santo Fidelis telah mengorbankan hidupnya sebagai martir. Berkat doa dan jasanya kami mohon kepadaMu, penuhilah hati kami dengan cinta kasih akan Dikau, agar kelak kami mengalami kekuatan kebangkitan PuteraMu Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

St. Fidelis - Pagi

ST. FIDELIS MARTIR - PAGI
Hari Raya

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Allah yang mengaruniakan mahkota kehidupan kepada orang yang setia, marilah kita menyembah Dia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Ant. Allah yang mengaruniakan mahkota kehidupan kepada orang yang setia, marilah kita menyembah Dia.

Madah

Bermadahlah kita meluhurkan Tuhan
Sorakkan : Alleluya!
Pujilah martirnya yang gagah perkasa
Sorakkan : Alleluya!
DirelakanNya jiwa raganya
Demi imannya yang kudus.

Berjayalah kini engkau dalam surga
Sorakkan : Alleluya!
Mendapat ganjaran mahkota abadi
Sorakkan : Alleluya!
Mohonkan kami rahmat ilahi
Setia pada Sang Kristus. Amin.

(Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hal. 390)

Ant.1: Bibirku memegahkan Dikau, ya Tuhan, Sebab kasih setiaMu sungguh baik, melebihi kehidupan, alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Bibirku memegahkan Dikau, ya Tuhan, Sebab kasih setiaMu sungguh baik, melebihi kehidupan, alleluya.

Ant.2: Hai para martir, pujilah Tuhan, alleluya; hai para imam, luhurkanlah Dia, alleluya, alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(tanpa 'Kemuliaan').

Ant.2: Hai para martir, pujilah Tuhan, alleluya; hai para imam, luhurkanlah Dia, alleluya, alleluya.

Ant.3: Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaan Tuhan, sambil memegang pedang yang tajam, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaan Tuhan, sambil memegang pedang yang tajam, alleluya.

Bacaan Singkat  (1Tim 1,12.17)

Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan Injil. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Lagu Singkat

P: Tuhan telah meluruskan keinginan hatinya,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Tuhan telah memberi dia kebahagiaan. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Barang siapa menang, dia akan Kuberi makanan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Barang siapa menang, dia akan Kuberi makanan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah, alleluya.

Doa Permohonan

Terpujilah Kristus, saksi yang setia. KepadaNya marilah kita berseru:
U: Engkau telah menebus kami dengan darahMu.
P: MartirMu, Fidelis, dengan sukarela menanggung kematian demi kesaksian Injil.* Berilah kami kebebasan sejati dan kesediaan memberi kesaksian tentang kebenaran.
P: HambaMu itu, ya Tuhan, dengan berani dan rajin mengakui Dikau dihadapan manusia,* berilah kami iman yang kokoh kuat dan murni.
P: Ingatlah, ya Tuhan, cinta santo Fidelis akan kesatuan umatMu,* dan berilah kami semangat ekumenis yang tulus.
P: Berkat ketabahan hambaMu mengikuti jejakMu di jalan salib,* kuatkanlah jiwa kami pada saat kami mesti mengambil sikap dan keputusan.

Bapa kami

Doa Penutup

Allah mahasetia, karena cinta kasih kepadaMu santo Fidelis telah mengorbankan hidupnya sebagai martir. Berkat doa dan jasanya kami mohon kepadaMu, penuhilah hati kami dengan cinta kasih akan Dikau, agar kelak kami mengalami kekuatan kebangkitan PuteraMu Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.